Yuk Intip 3 Sistem Kpr Syariah yang Kamu Wajib Tahu

  • Whatsapp

Indonesia memiliki pemeluk agama Islam yang lebih dominan, sehingga bisnis properti syariah sangat diminati akhir akhir ini. akan tetapi, banyak pula developer yang tidak amanah dan menjadikan syariah hanya sebagai embel embel. Hal ini membuat developer meraih untuk yang besar karena gimmick marketing yang jitu. Oleh karena itu, memahami sistem kpr syariah dengan baik sangatlah penting agar tidak mudah tertipu. Berikut ulasan lengkapnya!

Read More

Ulasan Mengenai Sistem dari KPR secara Syariah

1. Akad Jual Beli

Yang paling khas dari sistem syariah ini tentu saja proses jual beli yang tidak melibatkan pihak ketiga. Dengan begitu, akad jual beli berlangsung antara pembeli dan penjual secara langsung sehingga meminimalisasi salah informasi atau masalah lainnya. Transaksi yang dilakukan juga murni untuk jual beli, baik pembelian secara kredit maupun cash. Kamu juga tidak perlu membayar biaya administrasi yang biasanya dipatok oleh developer.

2. Harga Jual Tidak Berubah sejak Akad

Beberapa developer yang kurang amanah biasanya akan mengambil untung besar dari harga jual yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga harga dapat berubah. Akan tetapi, untuk sistem syariah ini kamu tidak akan mengalami hal tersebut. harga yang telah disepakati di awal perjanjian, cicilan yang harus dibayar tiap bulan, dan jangka waktu yang dipilih telah disepakati sejak awal akad. Kamu tidak perlu khawatir adanya perubahan harga di tengah proses.

3. Tidak Ada Sita

Tentu kamu sudah tahu mengenai sistem sita rumah jika tidak dapat melunasi cicilan yang telah disepakati. Sistem kpr syariah ini sangat menguntungkan karena tidak menerapkan sistem sita tersebut. jika kamu tiba tiba mengalami kendala keuangan, sehingga tidak dapat melunasi cicilan maka developer akan memberikan solusi lain. Mereka akan membantu untuk menjual rumah tersebut dan hasilnya akan dipakai untuk melunasi sebagai utang.

Membeli rumah secara syariah merupakan pilihan banyak orang di Indonesia karena sistemnya yang sangat islami. Hal tersebut didukung dengan sistem yang diterapkan cukup memudahkan pihak pembeli ataupun penjual. Beberapa sistem yang diterapkan, antara lain adanya akad jual beli, harga jual beli sesuai dengan akad, dan tidak menerapkan sita rumah saat pembeli tidak dapat melunasi cicilan. Ketiga sistem ini cukup menguntungkan pembeli, bukan?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *